Posts tagged ‘classic’

Treasure Island

Treasure IslandPenulis: Robert Louis Stevenson
Penerjemah: Dina Begum
Penerbit: Qanita
Penyunting: Dyah Agustine
Tebal: 316 halaman
ISBN: 9786024020644
Harga: Rp55,000
Terbit: April 2017

Sinopsis:

Seorang bocah lelaki bernama Jim Hawkins menemukan peta harta di antara barang peninggalan Kapten Flint, kapten bajak laut yang tewas di penginapan tempat dia tinggal. Jim menemui kenalannya, Tuan Trelawney, dan menunjukkan peta tersebut. Sang tuan tanah segera merencanakan ekspedisi untuk pergi ke pulau tempat harta Flint dikubur. Di tengah ketamakan dan ketergesaannya, Trelawney tidak sadar bahwa separuh kru kapal yang dia sewa adalah mantan anak buah Kapten Flint, termasuk si culas berkaki satu, Long John Silver.

Begitu ekspedisi dimulai, segera saja Silver merencanakan pemberontakan untuk mengambil alih kendali kapal. Jim yang mencuri dengar percakapan para bajak laut, segera memberi tahu kapten kapal. Tipu daya macam apa yang akan mereka lakukan untuk melawan para bajak laut yang jumlahnya lebih banyak? Dan siapakah yang pada akhirnya berhasil menemukan dan menguasai harta Kapten Flint?

———-oOo———-

Novel terpopuler tentang bajak laut ini telah difilmkan lebih dari lima puluh kali, dan salah satu film layar lebarnya yang paling terkenal dirilis pada tahun 1990, dibintangi oleh Christian Bale dan almarhum Sir Christopher Lee. Treasure Island juga telah menginsiprasi berbagai serial televisi, pertunjukan drama dan radio, musik, video game, dan novel-novel lainnya.

Iklan

Far from the Madding Crowd

Far-from-the-madding-crowdJudul Asli: Far from the Madding Crowd
Penulis: Thomas Hardy
Penerbit: SaLaris
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: Noni
Terbit: Mei 2015
Tebal : 627 halaman
Bahasa asli: Inggris
ISBN 978-602-357-005-8

Far from the Madding Crowd (1874) adalah novel keempat Thomas Hardy dan novel pertama yang mengalami sukses besar. Novel ini awalnya muncul dengan penulis Anonim sebagai seri bulanan di Cornhill Magazone. Di sini cerita bersambung ini mendapatkan sambutan pembaca yang luar biasa. Thomas Hardy kemudian merevisinya untuk edisi 1895 dan membuat perubahan lebih lanjut pada edisi 1901.

Novel Far from the Madding Crowd pertama kali diangkat ke layar lebar pada tahun 1967 di Inggris. Pada 2015, DNA Films, Inggris, kembali mengangkatnya ke layar lebar dengan judul yang sama. Film Far from the Madding Crowd disutradarai oleh Thomas Vinterberg dengan deretan bintang-bintang ternama seperti Carey Mulligan, Matthias Schoenaerts, Michael Sheen, Tom Sturridge dan Juno Temple.

Tokoh sentral novel ini ialah Bathsheba Everdene. Gadis cantik inilah yang melumatlantakkan hati Gabriel Oak, petani yang kemudian menjadi penggembala di lahan pertanian sang pujaan. Sayangnya, cinta Oak bertepuk sebelah tangan karena hati Bathsheba telah tertambat pada Sersan Troy yang ternyata tidak mencintainya dan tetap menjalin asmara dengan sang kekasih, gadis pirang, Fanny Robin. Di sana juga ada William Boldwood, petani tua kesepian yang ternyata juga cinta berat kepada Bathsheba.

Bagaimana perjalanan hidup dan kisah cinta Bathsheba, Oak, Troy, Boldwood dan Fanny Robin? Sebelum atau setelah menonton filmnya, bacalah dan temukan debar-debar asmara, romantika, tragedi dan kebahagiaan yang silih berganti. Bandingkan, seru mana antara novel asli dan film adaptasinya.

Charlotte’s Web

Penulis: E.B. White
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: 
Salahuddien Gz
Pemindai Aksara:
 Muhammmad Bagus SM
ISBN: 
978-979-1701-02-0
Harga: 
Rp 39.800,- (240 hlm. Bookpaper)
Penerbit:
 Dolphin
Bahasa asli:
Inggris
Terbit: 
24 Desember 2011
Cetak ulang:
April 2013

Sinopsis

Wilbur adalah seekor babi yang terlahir sangat kecil. Ia hendak dibunuh pemiliknya karena tak laku dijual. Tetapi ia berhasil diselamatkan Fern, gadis kecil pendiam yang memahami bahasa binatang. Jalan takdir membawa Wilbur tinggal di sebuah lumbung besar, berteman dengan seekor laba-laba cantik bernama Charlotte.

Sebagai babi yang riang, Wilbur tiba-tiba galau saat mendengar nasib yang akan menimpanya: disembelih pada perayaan Natal. Charlotte berusaha menyelamatkan Wilbur dari kematian. Dengan benang-benang sutranya, ia memintal tulisan “Babi Hebat” di tengah-tengah jaringnya. Petani dan masyarakat sekitar dibuat geger. Mereka menganggap Wilbur babi yang dianugerahi mukjizat. Wilbur jadi terkenal. Tak seorang pun memperhatikan Charlotte. Tetapi karena cinta, Charlotte merasa bahagia ketika melihat sahabatnya bahagia.

Dalam kisah yang lucu sekaligus mengharukan ini, Evelyn Brooks White mengingatkan kita untuk menyadari betapa pentingnya persahabatan, kesetiaan, dan cinta tanpa pamrih, demi memberikan makna pada singkatnya masa kehidupan.

Ulasan:

ISBN: 978-979-17998-0-5

Endorsement:
“Persahabatan antara Charlotte dan Wilbur menempati lorong tersendiri dalam memori saya. Tak pernah terlupakan setelah membacanya. Dengan mata batin, saya masih bisa melihat Wilbur berkonsultasi kepada Charlotte. Ada sesuatu yang luar biasa di sini.”
—Leonardo Rimba, penulis buku Membuka Mata Ketiga

“Teman adalah harta yang berharga, ketulusan adalah memberi dan hanya memberi. Semua ada dalam novel ini. Bacaan keluarga yang membuat saya mengendapkan rasa. Begitu menyentuh!”
—Kirana Kejora, penulis novel Air Mata Terakhir Bunda

“Selama beberapa hari saya selalu menangis jika mengingat kisah ini. Terharu oleh kesetiaan Charlotte pada sahabatnya. Saya tak bisa lepas membaca begitu masuk halaman pertama.”
—Andrea Wisye Christina, sales consultant perusahaan properti