Treasure Island

Treasure IslandPenulis: Robert Louis Stevenson
Penerjemah: Dina Begum
Penerbit: Qanita
Penyunting: Dyah Agustine
Tebal: 316 halaman
ISBN: 9786024020644
Harga: Rp55,000
Terbit: April 2017

Sinopsis:

Seorang bocah lelaki bernama Jim Hawkins menemukan peta harta di antara barang peninggalan Kapten Flint, kapten bajak laut yang tewas di penginapan tempat dia tinggal. Jim menemui kenalannya, Tuan Trelawney, dan menunjukkan peta tersebut. Sang tuan tanah segera merencanakan ekspedisi untuk pergi ke pulau tempat harta Flint dikubur. Di tengah ketamakan dan ketergesaannya, Trelawney tidak sadar bahwa separuh kru kapal yang dia sewa adalah mantan anak buah Kapten Flint, termasuk si culas berkaki satu, Long John Silver.

Begitu ekspedisi dimulai, segera saja Silver merencanakan pemberontakan untuk mengambil alih kendali kapal. Jim yang mencuri dengar percakapan para bajak laut, segera memberi tahu kapten kapal. Tipu daya macam apa yang akan mereka lakukan untuk melawan para bajak laut yang jumlahnya lebih banyak? Dan siapakah yang pada akhirnya berhasil menemukan dan menguasai harta Kapten Flint?

———-oOo———-

Novel terpopuler tentang bajak laut ini telah difilmkan lebih dari lima puluh kali, dan salah satu film layar lebarnya yang paling terkenal dirilis pada tahun 1990, dibintangi oleh Christian Bale dan almarhum Sir Christopher Lee. Treasure Island juga telah menginsiprasi berbagai serial televisi, pertunjukan drama dan radio, musik, video game, dan novel-novel lainnya.

Iklan

The Da Vinci Code for YA

Pengarang: Dan Brown
Penerjemah: Ingrid Nimpoeno
Penyunting: Esti Budihabsari
Penerbit: Bentang

Tebal: 379 halaman

 The Da Vinci Code, sejak terbit tahun 2003 bertakhta menjadi buku terlaris sepanjang masa, diter­jemahkan ke-60 bahasa dan terjual lebih dari 100 juta kopi di seluruh dunia. Kini, The Da Vinci Code dirilis khusus untuk remaja, agar mereka bisa merasakan ketegangan dan kepuasan memecahkan teka-teki dari misteri yang tersembunyi selama lebih dari 2000 tahun.

History Keepers: Circus Maximus

Judul: History Keepers: Circus Maximusczi-2oauaaqdg_p

Pengarang: Damien Dibben

Penerjemah: Linda Boentaram

Penyunting: Dyah Agustine

Penerbit: Mizan Fantasi

Bahasa asli: Inggris

Terbit: Desember 2016

Ini misi paling berbahaya: melacak keberadaan Agata Zeldt, wanita paling kejam sepanjang sejarah. Dia bahkan menyandera putrinya sendiri, Topaz, salah satu agen HISTORY KEEPERS terbaik. Agata juga merencanakan sebuah pertunjukan keji yang melibatkan banyak bahan peledak.

 

Hanya sedikit agen yang cukup kuat dan berani untuk berkelana ke Romawi kuno, tahun 27 Masehi, dan Jake salah satunya. Meskipun orangtuanya melarang, Jake tetap nekat pergi demi menyelamatkan Topaz sang pujaan hati. Kenekatan Jake membuatnya berkali-kali nyaris kehilangan nyawa. Mulai dari dikejar-kejar para prajurit Romawi yang bengis, diumpankan pada burung-burung pemakan daging, hingga terpaksa berpartisipasi di arena Circus Maximus yang brutal. Berhasilkah Jake menyelesaikan misinya?

Silent Wife

Pengarang: A.S.A. Harrison
Penerjemah: Ingrid Nimpoeno
Penyunting: Jia Effendie
Penerbit: Noura Books

Tebal: 376 halaman

Jodi Brett seorang psikoterapis yang cantik dan cerdas. Todd Gilbert seorang pengusaha yang sedang menuju puncak kesuksesan. Pasangan sempurna di mata semua orang. Siapa yang menyangka bahwa apa yang tampak indah di luar, bukanlah kenyataan yang sesungguhnya?
Satu telepon di suatu siang dan hidup Jodi tidak lagi sama. Jodi menyaksikan dunianya yang sempurna runtuh dalam sekejap. Dia terancam kehilangan segalanya. Harta benda, apartemen, dan Todd.
Selama ini Jodi selalu diam, menutup mata atas semua kesalahan Todd. Haruskah dia terus diam dan merelakan? Ataukah dia harus membalas dendam?
Apa pun pilihannya, semua orang tahu bahwa wanita yang terluka bisa menjadi sangat berbahaya.
TENTANG PENULIS:
A.S.A. Harrison adalah penulis empat buku nonfiksi. The Silent Wife adalah novel debutnya. Dia sedang menggarap novel thriller psikologis ketika meninggal pada 2013. Harrison menikah dengan seniman visual John Massey dan tinggal di Toronto.
KEUNGGULAN BUKU:
  1. Bukunya masuk ke nominasi Goodreads Choice Award 2013.
  2. Ceritanya masih setema dengan The Girl On The Train atau Gone Girl.
  3. Buku ini akan segera diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama.

 

United as One

n37-t-united-as-one#7 Seri The Lorien Legacies
Pengarang: Pittacus Lore
Penerjemah: Nur Aini
Penyunting: Esti A. Budihabsari
Proofreader: Emi Kusmiati
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun terbit: 2016

Mereka memburu kami, menginginkan pusaka kami
Mereka kini memburu kalian
Mereka tahu kalian juga punya pusaka
Mereka tak ingin kami bersekutu dengan kalian
Kami butuh bantuan kalian
Kami bisa menyelamatkan planet kalian
Bila kita berjuang bersama

Mereka yang memulai perang ini
Tapi kami yang akan mengakhirinya

Anything for You

Pengarang: Kristan Higginsn36-t-anything-for-you
Penerjemah: Nur Aini
Editor: Ika Yuliana Kurniasih
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2016

Selama sepuluh tahun Connor O’Rourke menanti hubungannya yang putus-nyambung dengan Jessica Dunn diketahui publik. Kini restorannya sukses dan Jessica mendapatkan pekerjaan impian di Kebun Anggur Blue Heron—waktunya tepat bagi mereka untuk menikah.

Nyatanya saat Connor melamar, Jessica menolak dengan alasan sibuk mengurus adik laki-lakinya dan harus fokus pada kariernya yang sedang menanjak. Hubungannya dengan Connor memang sempurna, tapi Jessica yakin kehidupan berumah tangga bukan untuknya. Malang bagi Connor, sanggupkah ia meyakinkan Jessica untuk berubah pikiran?

When Breath Becomes Air

Apa yang Membuat Hidup Layak Dijalani?

Pengarang: Paul Kalanithi
Penerjemah: Ingrid Nimpoeno & Yusa Tripeni
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
Penerbit: Bentang

Tebal: 223 halaman

      Apa yang membuat hidup layak dijalani di hadapan kematian? Apa yang Anda lakukan saat masa depan tak lagi menuntun pada cita-cita yang diidamkan, melainkan pada masa kini yang tanpa akhir? Apa artinya memiliki anak, merawat kehidupan baru saat kehidupan lain meredup? Inilah beberapa pertanyaan yang Kalanithi hadapi dalam memoar yang menyentuh dan indah ini.
       Di usia tiga puluh enam tahun, di akhir masa pelatihannya selama sepuluh tahun sebagai seorang ahli bedah saraf, Paul Kalanithi didiagnosis mengidap kanker paru-paru stadium IV. Di satu hari ia adalah seorang dokter yang menangani orang-orang yang sekarat, dan hari berikutnya, ia adalah pasien yang mencoba bertahan hidup. Dengan kondisi ini, masa depan yang diidamkannya dan istrinya tiba-tiba menguap.
      When Breath Becomes Air menggambarkan transformasi Kalanithi dari seorang mahasiswa kedokteran yang kesurupan oleh “pertanyaan tentang apa yang membuat hidup berharga dan bermakna, mengingat semua akan sirna pada akhirnya” menjadi seorang ahli bedah saraf di Stanford yang bergulat dengan otak, organ paling penting bagi identitas manusia, hingga akhirnya menjadi seorang pasien dan ayah baru yang menghadapi kematiannya.