Posts from the ‘Istiani Prajoko’ Category

The Curious Cases of Sherlock Holmes

sherlock1

 

Judul terjemahan: The Curious Cases of Sherlock Holmes

Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Penerjemah: Istiani Prajoko, Linda Boentaram, Rien Chaerani

Penyunting: Muthia Esfand

Penerbit: Visimedia Pustaka

Bahasa asli: Inggris

Tahun terbit: 2012

 

 

 

Sinopsis:

Kasus-kasus yang datang ke Baker Street 221 B, ternyata tak seluruhnya berakhir dengan penjelasan yang sejalan dengan deduksi Sherlock Holmes. Kasus yang pada mulanya terlihat sangat logis, dengan bukti-bukti pendukung yang selaras dengan pola kerja Holmes dan Dr. Watson, dalam prosesnya menjelma menjadi kasus dengan pelaku, modus, dan latar belakang yang mengejutkan.

Bukan sekadar menghadapi pelaku kejahatan biasa, Holmes juga dipusingkan oleh ulah manusia jadi-jadian, makhluk asing dari lautan, bahkan teka-teki yang menewaskan keluarga seorang klien. Dalam sebuah kasus, Dr. Watson bahkan nyaris kehilangan nyawa saat berhadapan dengan seorang penipu ulung asal Amerika.

Tujuh kisah dalam buku ini diambil dari beberapa kumpulan cerita Sherlock Holmes yang memiliki benang merah berupa kasus-kasus ganjil yang juga ditangani oleh Holmes dan Dr. Watson. Tak hanya itu, Sherlockian juga disuguhi artikel tentang proses penganugerahan gelar kesatria dari Kerajaan Inggris kepada Sir Arthur Conan Doyle, padahal dalam salah satu cerita yang ditulisnya, Sherlock digambarkan menolak penganugerahan gelar bangsawan itu.

Mantra Senandung Shannara

Judul asli: Wishsong of Shannara
Penulis: Terry Brooke
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penerbit: Dastan
Bahasa Asli: Inggris
Terbit: November 2012

Sinopsis:

Brin Ohmsford, putri Wil Ohmsford, diberkati dengan keajaiban sihir mantra senandung yang mampu mengubah dan mengendalikan apa pun sesuai dengan keinginannya. Sedangkan Jair Ohmsford, saudara kembar Brin, memiliki mantra senandung yang mampu memunculkan ilusi. Namun, Wil memaksa kedua anaknya itu untuk tidak menggunakan kekuatan mereka dan melupakannya.

Ketika orangtua mereka pergi, sekali lagi muncullah Allanon yang menyatakan bahwa Brin harus pergi bersamanya untuk membukakan jalan menuju Ildatch dan menghancurkan kitab iblis itu, karena kitab itulah sumber dari segala kejahatan yang kembali menyerang berbagai negeri. Hanya Brin yang memiliki kekuatan untuk memusnahkan kitab itu dan menyelamatkan dunia.

Namun dengan kekuatan yang belum terlatih sepenuhnya, sanggupkah Brin melakukan tugasnya itu? Mampukah Brin mengendalikan kekuatan sihirnya? Dan bagaimana dengan Jair, apakah ia akan berdiam diri saja melihat Brin dalam kesulitan?

Cinta Tak Terduga

Judul asli: Girl on the Run
Penulis: Jane Costello
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penerbit: Dastan
Bahasa Asli: Inggris
Terbit: Oktober 2012

Sinopsis:

Abby Rogers, seorang wanita karier yang memiliki perusahaan desain web yang sukses, selama ini tidak pernah memusingkan masalah kesehatan ataupun bentuk tubuhnya. Ia makan dan minum alkohol sebanyak yang ia mau, sampai pada suatu ketika kolega serta sekaligus bawahannya, Heidi, mengungkapkan rahasia yang membuat hidupnya berubah selamanya.

Tom Bronte tidak pernah menduga kalau peristiwa kecelakaan yang melibatkan dirinya dan seorang wanita muda yang menarik akan mengubah jalan hidupnya. Pada awalnya, ia tidak terlalu peduli dengan Abby yang menabraknya, kecuali ganti rugi yang akan diberikan wanita itu. Sampai mereka bertemu lagi di klub lari di mana Tom menjadi anggota. Pertemuan demi pertemuan yang diselingi dengan percakapan yang menggelikan dan menarik membuat Tom diam-diam semakin terpikat dengan Abby meskipun ia sendiri sudah memiliki pasangan. Sementara itu, Abby yang dari awal sudah kesal kepada Tom karena dianggap merampoknya dengan dalih biaya ganti rugi tidak bisa menolak pesona laki-laki itu.

Apakah sebenarnya rahasia Heidi? Bagaimana rahasia itu memengaruhi kehidupan percintaan Abby? Dan bagaimana akhir kisah cinta Abby dan Tom?

Review

Girl on the Run akan membuat Anda terpikat, tidak ada buku lain yang akan membuat Anda tertawa sesering ini.
– chicklitreviews.com

Bacaan yang benar-benar menyenangkan dan lucu yang akan membuat Anda tidak sabar untuk membaca karya Jane Costello yang lain.
– Goodreads

Buku yang memikat dengan karakter-karakter yang alami dan terasa nyata.
– Amazon

A Street Cat Named Bob

Judul asli: A Street Cat Named Bob
Penulis: James Bowen
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Bahasa Asli: Inggris
Terbit: Oktober 2012

Sinopsis:

Ketika James Bowen menemukan seekor kucing jalanan yang terluka di koridor rumah susunnya, dia tidak tahu bahwa kucing itu akan mengubah hidupnya. James yang sehari-hari menyambung hidup dari mengamen berpenghasilan tak menentu, dia juga tengah terbelit masalah serius terkait kecanduannya terhadap narkoba.

Dalam keadaan seperti itulah dia memelihara sahabat barunya, Bob. Namun, hal itu tidak mengganggu persahabatan mereka. Mereka tak terpisahkan. Bob membuntuti James ke mana pun, bahkan ikut mengamen bersama James. Segera saja pemandangan James dengan Bob yang meringkuk tenang di bahunya menjadi lumrah bagi warga London.

Kehadiran Bob yang setia perlahan-lahan menyadarkan James untuk menata hidupnya. Dengan Bob di sisinya, James mulai berjuang melepaskan diri dari jeratan narkoba dan menjalin kembali hubungan yang sempat terputus dengan keluarganya di Australia.

Inilah kisah persahabatan yang unik dan mencerahkan. Kisah nyata ini mengetuk hati kita betapa pertolongan bisa datang dalam berbagai cara, bahkan melalui kasih sayang seekor kucing.

In the Time of the Butterflies

Judul asli: In the Time of the Butterflies
Penulis: Julia Alvarez
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Bahasa Asli: Inggris
Terbit: Oktober 2012

Sinopsis:

Adakah yang bisa mengalahkan cinta? Adakah yang mampu membunuh sebuah keyakinan?

Pada 25 November 1960, tiga perempuan cantik bersaudari ditemukan tak bernyawa di dekat puing Jeep di dasar jurang sedalam 50 meter di kawasan pantai utara Republik Dominika. Koran resmi pemerintah melaporkan mereka tewas kecelakaan. Tak disebutkan bahwa saudari perempuan yang keempat masih hidup. Tak dijelaskan pula bahwa perempuan-perempuan bersaudari itu pemimpin gerakan perlawanan terhadap diktator Jenderal Rafael Trujillo yang telah berkuasa puluhan tahun di negeri itu. Tapi tak perlu. Semua orang tahu tentang Las Mariposas—para Kupu-kupu.

Di dalam novel luar biasa ini, keempat perempuan bersaudari itu—Minerva, Patria, Maria Teresa, dan Dedé (satu-satunya yang selamat—menceritakan kisah mereka tentang cinta, cita-cita, dan romantika hidup penuh bahaya dalam cengkeraman rezim otoriter yang kejam. Melalui imajinasi dan kata-kata Julia Alvarez—penulis asal Dominika yang kini menetap di Amerika Serikat—yang menyentuh hati, para Kupu-kupu yang telah menjadi martir itu kini hidup kembali di dalam sebuah kisah indah tentang kasih sayang, keluarga, keberanian, harapan, dan perjuangan manusia di tengah penindasan.

All The Flowers in Shanghai

Judul: All The Flowers in Shanghai
Penulis : Duncan Jepson
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penerbit: Serambi
ISBN. 978-979-024-388-0
Ukuran: 13 x 20,5 cm
Terbit: Juni 2012
Harga: Rp. 59,000
476 HALAMAN

Sinopsis:

Pada 1930-an di Shanghai, bagi para perempuan China tugas harus didahulukan daripada hasrat pribadi. Demikian pula bagi Feng. Terlahir sebagai anak perempuan kedua di keluarga kelas menengah China, Feng tumbuh menjadi pribadi yang sederhana. Di tengah ayah yang pengalah dan ibu yang ambisius, tugas Feng adalah merawat ayah ibunya ketika mereka beranjak tua, sementara kakaknya yang cantik diharapkan menikah dengan keluarga kaya agar dapat meningkatkan derajat keluarga.

Hari-hari Feng dihabiskan dengan berjalan-jalan di taman bersama kakeknya, mempelajari nama-nama bunga, dan menjalin cinta masa kanak-kanak dengan seorang pemuda. Namun, hidupnya yang damai terusik ketika suatu peristiwa mengharuskannya menikah dengan seorang pengusaha kaya melalui perjodohan yang diatur orangtuanya. Kembali Feng dihadapkan pada kewajiban yang kelak memberinya trauma, yaitu melahirkan seorang putra yang diharapkan menjadi ahli waris keluarga. Kepahitan hidup membuat Feng menjadi kejam dan merencanakan pembalasan dendam yang mengerikan. Dendam itu terus menghantuinya meski dia telah memantapkan posisinya sebagai istri pertama keluarga besar Sang sebelum seluruh negeri diserbu gelombang revolusi.

Dituturkan dengan lembut sekaligus memikat, All the Flowers in Shanghai mengungkap kisah getir perempuan China dengan latar sejarah kota Shanghai yang pernah dikenal sebagai Paris-nya Asia, tapi kemudian tak luput dari perubahan radikal politik di China dan terpaksa tunduk pada tuntutan zaman.

“Kisah yang menakjubkan. Tak ubahnya puisi atau lukisan yang mengungkap Shanghai pada masa lampau. Karya luar biasa yang akan menggugah pembaca.”
—Hong Ying, penulis novel bestseller internasional, Daughter of the River

“Unggul dalam detail dan intensitas emosi.”—Kirkus Reviews

“Tajam dan ditulis dengan elegan.”—Romantic Times

The Ark

Pengarang   : Boyd Morrison

Penerjemah: Istiani Prajoko

Penyunting : Wijdan FR

Penyelaras Aksara: NN Ananta

Penerbit       : Imania

Cetakan I     : Juli 2010

Dilara Kenner, seorang arkeolog muda, harus mati-matian menyelamatkan diri setelah temannya dibunuh di hadapannya. Dalam keadaan sekarat, temannya sempat membisikkan kata kunci konspirasi besar untuk menyembunyikan artefak sejarah yang menakjubkan.

Dua hari kemudian, Tyler Locke, seorang mantan insinyur tempur Angkatan Darat, berhasil menyelamatkan awak dan penumpang helikopter yang jatuh di laut dekat anjungan minyak tempatnya bekerja. Dilara termasuk penumpang yang diselamatkannya. Dilara mengaku jatuhnya helikopter tersebut bukan kecelakaan biasa. Seseorang ingin menghentikannya menemukan Bahtera Nabi Nuh.

Percobaan pembunuhan yang ketiga kalinya terhadap Dilara di anjungan tersebut berhasil meyakinkan Locke yang skeptis bahwa ada kebenaran di balik cerita wanita itu. Setelah pesawat jet pribadi seorang bintang film jatuh di gurun Mojave, maka semakin terbukti adanya konspirasi tersebut. Locke dan Dilara berangkat ke Arizona, dan penyelidikan mereka mengungkapkan penemuan yang mengerikan. Sekelompok penganut aliran agama sesat dan fanatik ternyata berhasil merekayasa ulang senjata dari Bahtera yang memungkinkan mereka mencipta ulang efek Air Bah seperti yang dikisahkan dalam Alkitab, serta membentuk umat manusia yang tersisa sesuai dengan visi pemimpin aliran sesat tersebut.

Sekarang Locke dan Dilara hanya memiliki tujuh hari untuk menemukan Bahtera dan rahasia yang tersembunyi di dalamnya, sebelum dipergunakan untuk membinasakan peradaban manusia.

“Kisah menegangkan dengan ide-ide yang cerdas dan dituangkan dengan sempurna. Novel yang akan membuat Anda menahan napas sampai halaman terakhir ditutup.” — James Rollins, penulis buku laris New York Times, The Last Oracle dan The Doomsday Key.

“Perpaduan sempurna antara mistik sejarah dengan plot ketegangan klasik dan cerdas. Bayangkanlah Bahtera Nabi Nuh yang terkenal itu ditemukan dan diciptakan ulang untuk merekayasa benih konspirasi di dunia modern.” — Jon Land, penulis buku laris The Seven Sins.