Pengarang: Iskender Pala
Penerjemah: Ingrid Nimpoeno
Penyunting: Essa Putra
Penerbit: Bentang

Tebal: 525 halaman

Fuzuli, seorang sastrawan kenamaan asal Baghdad pada masa Ottoman, diminta oleh Sultan Sulaiman untuk menuliskan kembali kisah Layla dan Majnun—salah satu kisah cinta terhebat sepanjang masa, yang telah menginspirasi kisah-kisah cinta seperti Romeo dan Juliet. Akan tetapi, rupanya cerita Layla dan Majnun tak hanya tentang cinta antar sepasang manusia saja. Fuzuli menemukan bahwa di dalamnya pun terdapat sebuah misteri berusia ribuan tahun.
Konon, ada tujuh rahasia sejati bagi seseorang yang mengenal cinta. Rahasia tentang umat manusia serta arti cinta sejati. Orang yang memiliki ketujuh rahasia tersebut akan menguasai dunia. Dan, pintu yang menuju ke jawaban dari tujuh rahasia tersebut terdapat di reruntuhan Babylon, Baghdad, Istanbul, Roma, dan Paris.
Maka dimulailah pencarian panjang Fuzuli untuk mengungkap rahasia dan membuktikan misteri tersebut.
Tentang Penulis :
Iskender Pala adalah seorang dosen di Universitas Istanbul dan penulis best seller asal Turki. Dijuluki “Penyair Rakyat”, Pala merupakan salah satu sastrawan yang paling dihormati di Turki. Dia pun telah meraih banyak penghargaan antara lain Writers Union of Turkey Award 1989 dan 1996 serta Presidential Culture and Arts Grand Award 2013. Death in Babylon, Love in Istanbul adalah karya terlarisnya yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Iklan