Perburuan Sangkakala & Sang Peniup Sangkakala

Aku menerjemahkan novel ini sambil dag-dig-dug, karena novel ini adalah novel kedua dari seri Wheel of Time (WoT) yang buku pertamanya diterjemahkan dengan indahnya oleh Femmy Syahrani. Selain itu, ‘tekanan’ dari para penggemar fantasi Indonesia juga menambah serunya proses penerjemahan. Akankah buku ini mendapat tempat di hati para penggemar seri WoT seperti buku pertamanya? Kita lihat saja nanti. Rupanya buku ini dibuat menjadi dua buku oleh Mizan: Perburuan Sangkakala dan Sang Peniup Sangkakala.

Judul Asli: The Great Hunt (Wheel of Time  #2)
Pengarang: Robert Jordan
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: Nur Aini
Penerbit: Mizan
Terbit: Maret 2013

Sinopsis

Perburuan Sangkakala

 

Perburuan-Sangkakala

Roda takdir terus berputar. Memintal takdir ketiga ta’veren, Rand, Mat dan Perrin semakin erat dengan pusaran takdir zaman dan dunia. Pertempuran dengan dua hamba kegelapan di Mata Dunia,

Aginor dan Balthamel, mengungkapkan bahwa Rand bisa memanggil Saidar. Daya Tunggal lelaki yang hanya bisa dipanggil oleh Titisan Naga. Tetapi, setiap lelaki yang bisa memanggil Saidar akan menjadi gila dan mati. Sungguh sebuah takdir yang tak pernah dibayangkan oleh Rand.

Kini, Rand menjadi rebutan antara Cahaya dan Kegelapan. Aes Sedai dan Penguasa Benteng Fal Dara tak mau melepaskannya, karena menganggapnya sebagai senjata pamungkas melawan Kegelapan. Padahal, Rand ingin tetap menjadi Rand, pemuda desa yang mencintai Egwene dan hidup sederhana. Tapi, putaran roda nasib semakin menariknya ke pusat badai pergolakan antara Cahaya dan Kegelapan. Menjauhkannya dari teman-teman masa kecilnya. Menjauhkannya dari kampung halaman yang dicintainya.

Sementara itu, Sangkakala Valere yang ditemukan di Mata Dunia dicuri oleh Padan Fain, yang menjadi antek Kegelapan. Penguasa Fal Dara dan Tar Valon harus segera merebutnya kembali, karena Sangkakala Valere adalah sangkakala yang bisa memanggil pasukan arwah dari zaman legenda. Maka, diluncurkanlah perburuan besar untuk merebut sangkakala dengan pasukan para kesatria dan Aes Sedai. Tak ketinggalan Mat dan Perrin pun turut bergabung dengan mereka. Tetapi, Rand memilih memisahkan diri. Dia lari dari para Aes Sedai yang menginginkannya menjadi Titisan Naga. Berhasilkah Rand lari dari takdirnya, sementara panggilan Daya Tunggal terus menggema di kepalanya?

Sang Peniup Sangkakala

Sang-Peniup-SangkakalaMenghilangnya Sangkakala Valere dari Benteng Fal Dara menyadarkan semua orang betapa Kegelapan menyusupkan mata-matanya hingga jauh ke kalangan mereka. Bahkan, ada kemungkinan Tar Valon pun disusupi Kawan Kegelapan.

Kejadian ini membuat Takhta Amyrlin dan Moraine memutuskan untuk meluncurkan Permuruan Sangkakala. Sangkakala Valere harus mereka dapatkan apa pun risikonya, karena takdir sang Naga terkait erat dengan seruan Sangkakala tersebut. Moraine, Rand, Perrin dan Mat memburu Padan Fain yang melarikan sangkakala, ditemani oleh sepasukan prajurit Shienaran. Tetapi di tengah jalan,  Rand terpisah dari mereka. Tanpa sengaja kekuatan Saidar membawanya ke sebuah dunia lain, dimensi lain tempat salah seorang dari Kaum Terbuang menunggunya. Sementara itu, Egwene dan Nynaeve dijebak oleh Ajah Hitam Kawan Kegelapan untuk menjadi budak kaum Seanchan. Kaum dari sisi samudra yang memperbudah perempuan yang menggunakan Daya Tunggal.

Akankah pintalan Roda Takdir menyelamatkan mereka dari sang Kegelapan yang terus menebarkan jaringnya? Rand dihadapkan dalam pilihan yang sulit, menyelamatkan Egwene atau memburu Sangkakala Valere, sementara pintalan Takdir kian menyeretnya ke dalam pusaran pertempuran antara Kegelapan dan Cahaya.