Judul asli: In the Time of the Butterflies
Penulis: Julia Alvarez
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Bahasa Asli: Inggris
Terbit: Oktober 2012

Sinopsis:

Adakah yang bisa mengalahkan cinta? Adakah yang mampu membunuh sebuah keyakinan?

Pada 25 November 1960, tiga perempuan cantik bersaudari ditemukan tak bernyawa di dekat puing Jeep di dasar jurang sedalam 50 meter di kawasan pantai utara Republik Dominika. Koran resmi pemerintah melaporkan mereka tewas kecelakaan. Tak disebutkan bahwa saudari perempuan yang keempat masih hidup. Tak dijelaskan pula bahwa perempuan-perempuan bersaudari itu pemimpin gerakan perlawanan terhadap diktator Jenderal Rafael Trujillo yang telah berkuasa puluhan tahun di negeri itu. Tapi tak perlu. Semua orang tahu tentang Las Mariposas—para Kupu-kupu.

Di dalam novel luar biasa ini, keempat perempuan bersaudari itu—Minerva, Patria, Maria Teresa, dan Dedé (satu-satunya yang selamat—menceritakan kisah mereka tentang cinta, cita-cita, dan romantika hidup penuh bahaya dalam cengkeraman rezim otoriter yang kejam. Melalui imajinasi dan kata-kata Julia Alvarez—penulis asal Dominika yang kini menetap di Amerika Serikat—yang menyentuh hati, para Kupu-kupu yang telah menjadi martir itu kini hidup kembali di dalam sebuah kisah indah tentang kasih sayang, keluarga, keberanian, harapan, dan perjuangan manusia di tengah penindasan.