Buku 2 Trilogi Age of the Five
Pengarang: Trudi Canavan
Penerjemah: Nia Octaviana
Penyunting: Nur Aini dan Esti A. Budihabsari
Proofreader: Emi Kusmiati dan Adriani Kamsyah
Ilustrator isi: Ade Prihatna
Desain sampul: Dodi Rosadi
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun terbit: 2011

“Bunuh dia, Auraya!” perintah Huan. Tubuh sang Dewi berpendar di udara.
“Dia bukan Leiard. Dia Mirar! Pembangkang para Dewa! Patuhi aku, Auraya!” tuntut Huan.
Auraya tertegun.

Sehabis perang, masih dihantui mimpi buruk, Auraya kembali ke Siyee untuk membantu suku mereka yang terkena wabah mematikan. Tak disangka, Auraya kembali bertemu Leiard, Penasihat Dreamweaver sekaligus kekasihnya, yang dulu tiba-tiba meninggalkannya begitu saja.

Kini, Leiard muncul kembali di hadapan Auraya sebagai Mirar. Pemimpin kaum pembangkang, musuh utama para dewa, juga musuh utama para White dan kaum Circlian. Mirar, tokoh pemberontak yang pernah dikalahkan Juran, ternyata berhasil lolos dari kematian dan bertahan hidup hingga nyaris seabad kemudian. Kini, Huan mendesak Auraya menumpas Mirar sekarang dan selamanya.

Mampukah Auraya melakukannya? Membunuh orang yang pernah mencintai dan dicintainya? Sebagai the White Auraya wajib mematuhi para Dewa, tetapi sebagai manusia dia juga punya cinta. Pilihan mana yang akan diambil Auraya?