Pengarang: Louisa May Alcott
Penerjemah: Nur Aini
Penyunting: Tria Barmawi
Pemeriksa aksara: Azzura Dayana
Penerbit: Orange Books (PT Lingkar Pena Kreativa)
Tahun terbit: 2010

“Di manakah Cinderella? Ini sepatunya. Sudah saatnya ia memiliki sepasang sepatu baru. Tampaknya sepatu kaca sekarang sudah tidak bisa bertahan lama,” seru seorang pemuda dengan senyum mengejek sambil mengacungkan sebuah sepatu kecil yang lusuh dan rusak di sana-sini.

Di luar pesta, Jessie berdiri menunggu kendaraan di sudut jalan, dengan air mata letih dan kesal, serta doa supaya temannya Fanny yang masih berada di pesta dapat menyelamatkan sebelah sepatunya yang menjadi bahan olok-olok sekaligus menyelamatkan rasa malunya sebagai gadis miskin. Sepatu itu adalah sepatu dansa Prancis terakhir miliknya. Dan kini ia harus memupus mimpinya untuk ikut serta menari dalam festival yang akan disaksikan seluruh penduduk Boston. Pikir Jessie, membeli sepatu baru untuk dirinya sendiri tidaklah lebih penting daripada membeli cat lukis untuk Laura, kakak satu-satunya yang cacat dan hanya bisa mengisi waktunya dengan melukis.

Bagaimanapun Jessie bukanlah gadis kecil yang mudah menyerah, meski kali ini ia merasa nasibnya sungguh tidak adil, ia percaya bahwa akan selalu ada keajaiban di akhir untuknya dan Laura.

Rangkaian Ivy dan Sepatu Dansa adalah salah satu kisah terbaik yang ada di dalam buku ini. masih ada enam kisah lainnya tentang ketulusan hati yang tak kalah inspiratif dan menyentuh.