Amira and Three Cups of Tea

Pengarang: Greg Mortenson & David Oliver Relin

Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno

Penyunting: Esti A. Budihabsari

Penerbit: qanita

Tebal: 250 halaman

m

Greg melihat beberapa anak belajar dengan menggunakan papan yang ditulisi dengan ranting dicelup lumpur. Yang lainnya menulis di tanah dengan ranting.

“Menulis di tanah”. Hatinya seakan terkoyak … ia tahu harus berbuat sesuatu. Greg meletakkan kedua tangannya di bahu Haji Ali. “Aku akan membangun sekolah. Aku berjanji.”

Berawal dari janji yang diucapkannya setelah diselamatkan dari ajal di Pegunungan Karakoram, Greg Mortenson mengabdikan hidupnya untuk membangun sekolah-sekolah di perbatasan Afghanistan. Meskipun harus menghadapi tantangan dana, tempat yang terpencil, kecurigaan suku-suku yang bertikai, ancaman pembunuhan, Greg tak pernah mundur dari tekadnya memenuhi janji membangun sekolah untuk anak-anak kaum penolongnya.

Semangat Greg ini juga didukung keluarganya. Termasuk Amira, putrinya yang berusia dua belas tahun. Amira tak mau ketinggalan membantu sahabat-sahabat istimewanya, anak-anak di pedalaman Afghanistan dan Pakistan. Ia berkeliling ke sekolah-sekolah mengumpulkan uang receh untuk program Pennies for Peace. Ia juga menciptakan dan menyanyikan lagu Three Cups of Tea yang seluruh keuntungannya disumbangkan untuk sahabat-sahabatnya itu. Amira pun tak berangkat bersama seluruh keluarganya, terjun langsung membantu pendidikan di sana.

Tanpa menghiraukan batas-batas negara, bangsa, maupun agama, Amira dan ayahnya menebar semangat persaudaraan dan kasih, dan mewujudkan perdamaian dunia dengan langkah-langkah kecil namun bermakna.